Rabu, 23 Februari 2011

Sejarah Ac Milan



Pada 16 Desember 1899, Alfred Edwards dan Herbert Kilpin membentuk sebuah klub olahraga yang dinamai Milan Cricket and Football Club.
Saat itu, memang banyak pedagang Inggris yang membuat klub sepakbola di Italia karena euforia sepakbola di negerinya sendiri. Penamaannya sendiri merupakan pelafalan nama kota dalam bahasa Inggris, karena aslinya nama kota tersebut adalah Milano.
Edwards adalah seorang mantan wakil konsul Inggris di Milan, dan sangat populer di kota tersebut. Beliau adalah presiden klub pertama yang terpilih. Cricket dan sepak bola adalah dua jenis olahraga yang sangat berkembang pada waktu itu. Klub kricket dipegang oleh Edward Berra dan sepak bola dipegang oleh David Allison.
Rossoneri
Warna merah dan hitam dipilih sebagai warna kostum klub oleh David Allison. Dari warna itulah muncul julukan rossoneri (rosso = merah, nero = hitam). Warna ini dipilih karena dianggap mewakili semangat berapi-api dan tak takut menantang tim mana pun. Sementara, lambang klub diambil dari lambang kota Milano dengan singkatan ACM dan pada 1899 sebagai tahun berdirinya klub.
Tim pertama ditangani oleh pelatih Herbert Kilpin. Mereka menggunakan stadion San Siro. Penyebutan nama San Siro digunakan oleh suporter AC Milan, sementara sebutan Guiseppe Meazza digunakan oleh pendukung Intermilan, walaupun sebenarnya kedua stadion itu sama. Penggunaan nama Guiseppe Meazza oleh pendukung Intermilan karena itu adalah nama pemain bintang dari klub tersebut.
Pada 1900, mereka memenangkan trofi pertama yang bertajuk Medaglia del Re (Medali Raja). Kemudian, 1901, 1906, dan 1907 mereka memenangkan liga nasional. Mulai memasuki 1908, petinggi Milan (sebutan singkat nama klub) mempertimbangkan untuk pemakaian pemain asing. Hal tersebut yang memicu perpecahan. Beberapa pemain hengkang dari klub dan mendirikan FC Internazionale Milano atau yang dikenal sebagai Intermilan.
Pada 1916, Milan memenangkan piala nasional yang telah berganti nama menjadi Liga Italia. Namun, kemenangan mereka dibatalkan karena pecahnya Perang Dunia I. Pada 1919, tim ini berganti nama menjadi Milan Football Club. Setelah kemenangan pertama pada tahun itu, mereka tidak bisa melanjutkan kejayaannya, walaupun tetap bermain di Serie A.
Rezim Fasis
Pada 1939, rezim fasis menerapkan kebijakan italianisasi. Artinya, semua nama tempat, simbol, atau apa pun harus menggunakan bahasa Italia. Itulah sebabnya klub ini berganti nama menjadi Associazione Calcio Milano.
Setelah Perang Dunia II berakhir, rezim fasis runtuh, nama tersebut ditinggalkan. Awalan ‘Associazione Calcio’ tetap digunakan, sedangkan nama ‘Milan’ sebagai nama klub dikembalikan semula. Sejak itu, nama klub AC Milan tetap bertahan sampai sekarang.
Sampai saat ini, Milan merupakan salah satu klub tersukses di Italia, bahkan dunia. Klub ini telah memenangkan 17 kali juara Serie A (scudetto), 5 kali juara Coppa Italia, 5 kali Piala Super Italia, 7 kali trofi Liga Champions, 4 kali Piala Super Eropa, dan 3 kali Piala Interkontinental.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar